Ada 66 Sekolah Teracam Gagal Perbaikan, Dampak DAK Pendidikan Kabupaten Blora Ditarik Pusat

INFOKU, BLORATahun anggaran ini Dana Alokasi Khusus (DAKPendidikan 2025 belum bisa cair ke kas daerah

ilustrasi

Lantaran ada efisiensi anggaran dan DAK tahun ini ditarik pusat.

Sehingga,upaya perbaikan sejumlah sekolah rusak di Kabupaten Blora yang bersumber dari DAK berpotensi tersendat.

Padahal sebelumnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora telah merencanakan memperbaiki puluhan sekolah rusak dengan anggaran DAK.

Baca juga : Ada 5 Temuan BPK yang Rentan Korupsi, KPK Datangi Blora

Terlebih, DAK menjadi andalan dinas untuk memperbaiki sekolah yang rusak di Blora.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasana (SarprasDisdik Blora Sandy Tresna Hadi pada pers menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan 150 sekolah agar dapat dibangun melalui anggaran DAK 2025. Dalam usulan itu, kemudian ada seleksi.

“Pada Agustus 2024 lalu sudah muncul sekolah yang dipilih atau diterima dan dipertimbangkan.

Jadi, 66 dari 150 sekolah yang diterima dan diusulkan,” katanya kemarin (13/2).

Baca juga : Lebih 500 Paket PBJ tanpa Tender, Laskar Blora Tuding Disdik Bagi-Bagi Proyek

“Cuma tahun ini mendadak ada perubahan. DAK ditarik pusat. Mau ditangani Kementrian PU. Jadi uangnya tidak masuk ke kas daerah,” tambahnya.

Meski ada pengalihan, hingga kini belum ada kejelasan terkait tindak lanjutnya.

Sehingga, pembangunan untuk sekolah yang diusulkan itu belum jelas.

“Tahun-tahun sebelumnya, Desember begitu kami sudah tahu. Muncul nama sekolah dan besaran anggaran. Namun, karena ada perubahan itu ya kini tak jelas. Proses usulan ya berhenti pada Agustus tahun lalu,” ungkapnya.

Baca juga : Disdik Blora Masih Bungkam Terkait Plafon SDN Sendanggayam yang Ambrol

Padahal berdasar hasil survei 2024, masih ada 381 ruang kelas yang tersebar di ratusan sekolah yang masih rusak.

“Kemudian ada 48 ruang guru di 48 sekolah yang rusak. Ditambah 22 perpustakaan sekolah, 6 laboratorium, 42 toilet, dan 9 UKS. ’’Ini semuanya yang rusak berat,” tuturnya.

Dia akui, selama ini pihaknya mengandalkan DAK menjadi solusi memperbaiki sarana prasarana sekolah yang rusak.

“Ya mau bagaimana lagi, memang DAK ini jadi solusi kami selama ini. Terpaksa kami tunda dulu perbaikan yang ada,” pungkasnya. (Endah/IST


Post a Comment

0 Comments