INFOKU, BLORA – 14 program
pembuatan perda (Propemperda) 2022 pekerjaan rumah DPRD Blora yang harus
diselesaikan.
Dari jumlah tersebut, tujuh propemperda ditargetkan
tuntas pada akhir tahun. Sehingga, sisanya terancam diwariskan tahun
depan.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Blora Muhammad Aliudin menjelaskan, tahun ini rencana tujuh ranperda yang menjadi prioritas penuntasan pada akhir tahun.
Jumlah tersebut separoh dari jumlah ranperda yang saat
ini di Bapemperda.
“Setidaknya pada akhir tahun, mudah-mudahan 50 persen
ditargetkan selesai,” ujarnya.
Aliudin menerangkan, pembahasan ranperda saat ini
sebagian besar proses harmonisasi kepada kementerian.
Seperti perda pendidikan dan pesantren, yang menjadi
prioritas penuntasan akhir tahun dari inisiatif eksekutif.
Ranperda terdiri dari 8 inisiatif eksekutif, dan 6
inisiatif legislatif. “Dari semua perda yang dibahas beberapa di antaranya ada
yang dari inisiatif legislatif dan eksekutif,” tuturnya.
Baca juga : Ketua Apdesi Akui Data Bansos Belum Sinkron, Muncul Gesekan Masyarakat
Dari 7 ranperda tersebut, saat ini belum ada yang
disahkan. Namun, pihaknya optimistis bisa tuntas pada akhir tahun.
Ia mencontohkan, saat ini sudah ada dua ranperda yang
hampir selesai.
Kedua Ranperda tersebut adalah Rencana Pembangunan
Industri Kabupaten Blora, dan Ranperda Penanggulangan Penyakit Menular.
“Masih menunggu surat rekomendasi turun daru Gubernur
Jawa Tengah. Kalau sudah turun, nanti tinggal finalisasi,” terangnya.
Baca juga : Penyebar Video Hoax Minta Maaf, Ternyata Stok Pupuk di Kecamatan Todanan Blora Cukup
Menurutnya, dengan waktu yang tersisa sekitar 2 bulan
setengah bisa dimaksimalkan pansus yang dibentuk sudah digerakkan.
Dua ranperda sudah proses finalisasi, sedangkan lima
lainnya masih dilakukan pembahasan, harmonisasi, dan pembuatan naskah akademik.
Anggota Bapemperda DPRD Blora Moh Sahari menambahkan,
proses pembahasan 4 ranperda diklaim sudah di atas 50 persen pada pertengahan
September lalu. Naskah akademik sudah pada tahap harmonisasi di Kemenkumham.
”Kami sudah proses pembahasan di pansus,” klaimnya. (Endah/IST)
0 Comments
Post a Comment